Showing posts with label Echoing. Show all posts
Showing posts with label Echoing. Show all posts

Sunday, July 24, 2016

Kekuasaan

Kekuasaan dapat berkonotasi positif maupun negatif ref ref ref . 

Kekuasaan menjelma menjadi bencana di tangan Stalin dan Hitler. 

Kekuasaan menjelma menjadi keteladanan di tangan Gandhi, Martin Luther King, Abraham Lincoln, Mohammad Hatta ref ref.

Kekuasaan menjadi ujian dan tontonan seru di tangan Ahok, Ridwan Kamil, Tri Risma.







Saturday, July 16, 2016

Si Otong dan Sang Pelatih

Masa itu Franchise NBA ada pada jaman keemasannya sebut saja Michael Jordan, Charles Barkley, Patrick Ewing, John Stockton dan banyak lagi pemain yang menjadi idola pecinta basket seluruh dunia.

Tentu saja tidak ketinggalan si Otong pelajar SMP kota Jakarta ikut tertular demam basket jadilah selain belajar pelajaran sekolah, banyak waktu dihabiskan oleh si Otong bermain basket. 

Tidak puas dengan bermain di sekolahnya si Otong memutuskan untuk menjadi member klub basket dekat rumah. Klub ini cukup punya reputasi di kota Jakarta.

Di klub ini ada 4 tingkatan bagi membernya yaitu Pemula, Tunas, Junior, dan Senior. Kenaikan tingkat diputuskan oleh pelatih. Pelatih ini termasuk senior dan disegani di dunia basket Indonesia.

Sang pelatih punya cara sendiri menentukan pemain inti. Begini caranya : member pemula dilarang bermain 5 on 5. Menu latihan member pemula diisi latihan fisik. Waktu latihan yang dari jam 7 malam hingga jam 9 malam seperti neraka layaknya. lari keliling lapangan puluhan kali, lari kodok, lari kepiting, push up, scoth jump dll. Hari pertama yang diisi oleh 40+ member tersisa separuh pada minggu berikutnya.

Kemudian pada minggu ke 5 pelatih tidak ada di tempat. Si Otong dan beberapa member tetap melakukan menu latihan yang sudah dijadwalkan sedangkan teman-temannya yang lain bermain 5 on 5.

Latihan tanpa pengawasan ini berlanjut hingga akhir minggu ke-6 pelatih muncul dan mengumumkan 6 nama member pemula termasuk si Otong yang naik tingkat ke tunas dan masuk ke dalam tim.

Lalu sang Pelatih meminta si Otong dan  semua member pemula berdiskusi mencari kesimpulan mengapa 6 orang ini yang terpilih.

Selama diskusi berlangsung Sang Pelatih mendengarkan tanpa ikut dalam pembicaraan.


" Disiplin ! " ujar 1 anak
" Berlatih sendiri tanpa perlu diawasi...! " ujar anak berikutnya
" Patuh.. ! " ucap anak setelahnya
" Mampu bekerja sama .. ! " ........
" Kerja keras ! " ......
" Mandiri ! " ....
......
........


Dalam hati Sang Pelatih bersorak sorai gembira mendengarkan setiap kata-kata mereka.

" Aku menang oh bukan, Kami menang !! " ujar Sang Pelatih dalam hati










Monday, May 23, 2016

Anak-anakmu (Kahlil Gibran)

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu
akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka
bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu,
tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan
jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok,
yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan
coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula
berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu
menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian,
dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga
anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu
sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang,
maka ia juga mencintai busur yang telah
diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan